Tampilkan postingan dengan label Long Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Long Trip. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2009

Awal dan Akhir (Alpha dan Omega)

Liburan selama 2 minggu meninggalkan kesan tersendiri bagiku.
Setelah di postingan sebelumnya muncul sekelumit kisah mellow-ku, sekarang giliran kisah di penghujung tahun 2008.

Tanggal 22 Desember 2008 kereta Sancaka menjadi transportasi yang mengantarkan kami sampai ke Yogya. Tadinya mau pilih Argo Willis, tapi ternyata harga tiket per 20 Desember s.d 6 Januari 2009 dihitung dari stasiun awal-akhir, jadi walaupun berhenti di Yogya, tapi harga tiketnya sama dengan yang ke Bandung. Sebenarnya enak kali ya kalo kita daripada nanggung gitu, sekalian ke Bandung, trus naik kereta lagi yang tujuan Yogya (alias muter-muter *_*)
Oya, di penghujung tahun itu gigi Molar 1 si jagoan Yogis mulai menunjukkan penampakannya.

Sampai di Yogya, di jemput Auntie Eni dan Uncle Gun. Bersama-sama kami naik taxi menuju rumah tercinta. Sesampai di sana Auntie Ose, Uncle Cahyo dan Mas Bagus dari Batam baru saja datang. Maka hebohlah rumah dengan datangnya pasukan keramaian ^_^
Kemudian kesibukan kembali terjadi sehubungan dengan rangkaian pernikahan Auntie Eni dan Uncle Gun yang tinggal hitungan jam, atau lebih tepatnya 100 jam lagi. Semua sudah dipersiapkan sebaik mungkin.

Tanggal 24 Desember 2008, persiapan misa malam Natal. Christmas Eve..... Mas Bagus dan Mas Yogis pun sudah siap menyambut datangnya sang Juru Selamat. Mereka berlari-lari...mengitari pohon Natal di rumah (jadi teringat tahun 2006 lalu saat Picin dan SGJ ikut meramaikan pemasangan pohon Natal), mereka mengambili hiasan di pohon Natal, mencoba menata ulang semua hiasan di pohon itu, sehingga berakhir dengan kisah hiasan yang tergeletak tak tentu nasibnya. Maka beramai-ramai kami ke Gereja Keluarga Kudus. Sampai di sana si kecil semuanya tertidur. Mungkin mereka sudah capai dengan permainan mereka seharian tadi, atau karena mereka merasakan damai Natal dan segala ketenangannya. Merry Christmas, my son.

Tanggal 25 Desember 2008, hari Natal yang menyenangkan. Berkumpul bersama keluarga besar, kejadian yang jarang terjadi, mengingat Auntie Ose dan Uncle Cahyo serta Mas Bagus berdomisili di Batam. Mas Bagus sibuk bermain dengan mas Yogis, tapi terkadang keduanya main sendiri-sendiri ketika Mas Bagus sibuk bermain Edu-Games.

Keesokan harinya tepatnya tanggal 26 Desember 2008 pkl. 15.00 WIB acara siraman Auntie Eni dimulai. Suasana haru menyeruak saat acara sungkem dimulai. Betapa tidak, pernikahan ini adalah pernikahan yang dinanti2 oleh keluarga kami. Kemudian dilanjutkan acara midodareni. Auntie terlihat sangat cantik. Aku menemaninya di dalam kamar, katanya sang calon pengantin harus di dalam kamar saat misa midodareni dimulai. Hmm..kalau harus di kamar, kenapa kudu didandani yo? Heran dieh. Tapi beneran dech, kakakku terlihat sangat cantik ^_^

Tanggal 27 Desember 2008 Misa penerimaan Sakramen pernikahan-pun dilaksanakan, kemudian bersama rombongan ke Gedung pernikahan di Auditorium RRI. Dimulai dengan acara panggih, dilanjutkan acara menerima tamu. Puji Tuhan semua berjalan lancar. Acara penikahan Auntie Eni pun telah terlaksana dengan berkat dari-Nya. Betapa semua ini karena anugerahNya, mengingat dari acara siraman sampai dengan resepsi berakhir, hujan tidak mengguyur daerah sekitar rumah, tapi setelah resepsi selesai, malam harinya turun hujan deras.

2 hari kemudian kami ke Ambarawa, lebih tepatnya ke daerah Bedono di Coffe Eva tempat Uncle Cahyo. Di sana ketemu saudara-saudara, walaupun hanya sebentar ’coz Tante Yayak and Om Frans kudu balek ke Batam jam 15.00 WIB. Di sana Mas Bagus dan Mas Yogis berlarian kesana dan kemari. Makan berbagai masakan (syukurlah mas Yogis mau makan banyak). Lalu kamipun pulang ke Yogya dalam keletihan. Sayangnya foto-foto belum bisa dimasukkan ke blog ini sekarang, jadinya ntar foto-foto selama liburan akan menyusul ^_^

Dalam perjalanan pulang, sebuah SMS dari seorang teman masuk ke Hpku. Sebuah doa terselip ketika membaca SMS-nya. Semoga ia akan mendapat pencerahan untuk tidak menjadi seperti apa yang tidak disukainya sebelum ia ’berubah’. Selamat Natal juga untukmu,sahabat. Sekalipun kau tidak mengucapkannya untukku, namun aku ucapkan itu untukmu.

31 Desember 2008, berbagai rancangan acara telah kami susun untuk menyambut pergantian tahun. Mba Vivin pun ijin ke Eyang untuk merayakan tahun baru bersama kami. Berbagai kembang api telah kami persiapkan. Mulai jam 19.00 WIB kami sudah menyalakan kembang api mengingat para kurcaci (sebutan untuk Mas Bagus dan Mas Yogis) tidak mungkin terbangun sampai tengah malam. Setelah mereka puas, mereka pun tertidur pulas. Namun ternyata setelah mereka tertidur, Uncle Yudi muntah. Sepertinya dia kecapean mengurus pernikahan...yahh,karena emang dia yang seksi sibuk, bisa dibilang juga bahwa dialah EventOrganizer dari acara penikahan Auntie Eni-Uncle Gun. Setelah Uncle Yudi bisa tidur, maka pergantian tahun pun hanya dilalui dengan beberapa botol Carlsberg, Mixmax dan GreenSand. Selamat Tahun Baru 2009. Semoga di Tahun 2009 ini Semangat baru kita untuk maju senantiasa ada dan semakin sering bersyukur atas apa yang kita punyai (atas pekerjaan kita, kehidupan kita, keluarga kita, kesehatan,dsb), dan yang paling penting adalah menyerahkan hidup kita untukNya. Merry Christmas and Happy New Year ^_^

Minggu, 30 November 2008

Belanja = Perjalanan Panjang

Hari sabtu sudah kami rancang sebagai hari belanja. Maka segala persiapan sudah kami atur sebaik-baiknya. Langkah pertama adalah mengambil katalog dari tempat incaran kami. Tadinya kami bingung antara belanja di Mart Berlebihan ataukah di Empat Peduli. Setelah katalog dari Mart Berlebihan kuambil, maka didapat beberapa produk yang cukup menggiurkan. Berdasarkan perhitungan yang matang bak seorang ahli keuangan, maka diputuskan untuk mengincar pelembab wajah 50gr yang berhadiah sabun cuci muka 40gr (berarti menghemat Rp 10.000). Incaran kedua yaitu pampers bayi aktif yang menawarkan beli 2 gratis 1, berarti 1 buah pampers harganya Rp 1500 dengan harga normal untuk 1 buah pamper Rp 2400. Dengan selisih harga segitu, jika dikalikan 38 buah (isi 1 pak) berarti kami sudah menghemat lebih dari Rp 100.000. Kemudian sabun detergen yang harga normalnya Rp 25.000 ditawarkan dengan harga Rp 19.000. Minyak goreng yang biasanya Rp 24.000 menjadi Rp 19.000.Masih banyak lagi promosi yang ada di katalog. Dengan demikian, kami akan menghemat banyak di bulan ini.

Setelah dibuat daftar belanja yang panjang, maka pertama-tama kami meluncur ke Pasar Atum, salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal murah di Surabaya untuk membeli susu buat si kecil Yogis. Lumayan, selisih harga susu per kalengnya Rp 7000. Bersyukur karena kami mendapatkan tempat yang murah di Surabaya. Berbicara susu, jadi teringat teman kami Sg yang sempat 'menyesatkan' kami dengan mengenalkan susu yang mahal kepada si kecil Yogis hanya karena dia tersinggung akan kata-kata si bidan yang dianggap cukup menohok^_^ Memang sech harga 1 kalengnya cuma Rp 150.000. Tapi balita tidak cukup hanya 1 kaleng dalam 1 bulan. Minimal 6 kaleng. Beruntung si kecil Yogis mau susunya diganti. Dengan produsen yang sama dan merk susu yang berbeda (kata marketingnya sech, itu adiknya susu yang dulu dikonsumsi Yogis -ternyata susu juga punya adik dan kakak lho-). Komposisi gizinya pun tidak kalah bagus. Ada pesan moral dari kejadian ini, jangan pernah berpikir bahwa sang anak hanya membutuhkan 1 kaleng susu per bulan ^_^ Setelah membeli susu, maka kamipun meluncur ke Mart Berlebihan.

Sesampai di Mart Berlebihan, langkah pertama kami adalah ke bagian bayi. Ternyata pampers-nya habis. Lalu kami ke produk kecantikan, ternyata bonusnya habis sehingga tidak akan ada bonus untuk pembelian pelembab wajah. Lalu kami berlalu ke bagian rumah tangga, jawaban klasik yang sama kami dapatkan: "Iya mbak, karena itu produknya lagi promosi jadinya banyak dicari orang, jadinya cepet habis." Alasan yang sama kudapatkan saat hari pertama promosi. Masa di hari pertama promosi sudah kehabisan barang? Padahal saya mengadakan kunjungan untuk mensurvey keadaan pada pukul 11.00 WIB alias 1 jam setelah toko buka. Mungkinkah promosi katalog hanya sekedar daya pikat toko terhadap konsumennya. Bukankah itu berarti kebohongan publik?

Dengan langkah gontai kami berjalan keluar. Perburuan untuk mendapatkan pampers akan dilanjutkan keesokan harinya

Di hari kedua, kami memutuskan untuk berburu pampers di Mart Berlebihan tapi di mall yang berbeda. Setelah menyiapkan segala hal untuk Yogis, maka kamipun meluncur. Di tengah jalan, kami ditelepon seorang teman yang memesan klorofil. Maka kamipun mampir di stockis K-Link untuk membeli klorofil. Setelah itu kami janjian untuk bertemu di Mall yang sama. Setelah sampai di Mall tersebut, kami bertemu dengannya. Bak transaksi ilegal, si Lelaki ganteng -Mas Wisnu- menyerahkan barang kepada temannya. Si Teman mengutarakan masalahnya bahwa ia merasa sering letih dan susah untuk gemuk, sedangkan temannya susah kurus. Maka kamipun menerangkan bahwa yang ingin kurus untuk mengkonsumsinya sebelum makan, sedangkan yang ingin gemuk/menambah BB untuk mengkonsumsinya setelah makan. Seiring itu, klorofil memperbaiki sirkulasi darah sehingga tubuh tidak gampang letih. Uangpun dibayarkan dan kamipun berlalu.

Lalu kami menuju Mart Berlebihan. Dengan rute yang sama dengan hari pertama, jawaban yang sama pun kami dapatkan. Sempat saya mengomel kepada SPG-nya tentang kebohongan publik yang dilakukan oleh produk mereka. Dan merekapun hanya diam tanpa menjelaskan apa-apa. Oh...sungguh menyebalkan. Setelah hasil yang nol, kamipun memutuskan untuk ke Empat peduli. Sesampai di sana kami mendapati pampers bayi kering dengan harga per bijinya Rp 1600. Maka segera kami mengambil pampers itu. Perburuan kami lanjutkan ke bagian detergen, ternyata barangnya ada dengan harga yang sama dengan yang ada di Mart Berlebihan. Hanya pelembab yang tidak kami dapatkan. Tapi belanja di Empat Peduli sudah membuat kami puas. Banyak barang yang kami dapatkan dengan harga promosi. Selain itu kami mendapatkan icip-icip makanan dan minuman gratis ^_^ Semua ilmu bak ahli keuangan ini kudapatkan semasa praktek di ruangan Hemodialisa. Ilmu ini diturunkan oleh seorang teman-Bundanya Azis-

Matahari tidak lagi menunjukkan sinarnya. Bintang dan bulan menghiasi langit. Kamipun pulang dengan senyum kemenangan walaupun badan terasa lelah. Dalam perjalanan pulang kucium pipi si kecil Yogis yang tertidur pulas di pangkuanku.[Nav]

Selasa, 11 November 2008

Jalanku masih panjang

Kemarin jl raya darmo di tutup. Ugh,sebel rasanya. Bagaimana tidak sebal...ini berarti aku harus berpikir keras mencari jalan lain menuju rumahku. Kenapa ditutup? Sepertinya proses penutupan berjalan dengan seru, mengingat banyak polisi bertebaran di jalan-jalan, kata polisi itu kepadaku saat aku mengarahkan motorku ke jl.raya darmo,”Sedang disterilkan, jadi tidak bisa lewat.” Oh....sungguh terlalu. Kenapa oh kenapa Jl. Raya Darmo ditutup? Ternyata adanya demo membuat pihak kepolisian menutup jalan itu. Entah demo itu dilakukan oleh pendukung KARWO ataukah KAJI (keduanya merupakan pasangan Cagub Jatim), yang jelas berdasarkan info yang kudapatkan, hal itu sehubungan dengan penghitungan cepat. Menurut cerita beberapa orang, terjadi perbedaan antara penghitungan cepat dengan hasil akhir mengenai pemenang Cagub Jatim tersebut sehingga beberapa orang merasa bahwa hasil akhir merupakan rekayasa dari si pemenang. Oh...entahlah...terlepas dari itu semua..aku Cuma mau pulang. Membayangkan bermain dengan my big boy.

Akhirnya aku pun mencoba-coba jalan baru, berharap bahwa itu adalah jalan potong (kenapa bukan jalan gunting?) ataupun jalan tikus (kenapa bukan jalan hamster?) ataupun jalan alternatif(kasihan sekali, jalan itu dipilih setelah jalan utama tidak digunakan). Kepalaku pening karena kemacetan yang terjadi. Semua orang mencari jalan alternatif. Akhirnya aku mengikuti seorang laki-laki yang mengendarai motor di depanku, berharap dia bisa menemukan jalan keluar untuk kami.

Tegang kurasakan saat di sepanjang jalan aku melihat polisi yang bertebaran dengan senapan di tangannya (ya iyalah di tangan, masa di kaki?), dan juga berkarung-karung pasir yang dipasang di jalan-jalan. Oh, aku jadi teringat masa-masa reformasi dulu di daerah UNY Yogya, unforgetable memory. Untunglah laki-laki itu menuntunku ke jalan yang benar. Akhirnya aku menemukan jalan besar. Puji Tuhan..akhirnya aku menemukan titik terang. Dan akupun mengendarai motorku menuju big boy-ku..........[Nav]