Sabtu, 08 November 2014
Obsesi
Kamis, 05 Agustus 2010
Selasa, 21 April 2009
Mencoba Hal Baru
Ingin mencoba hal baru yang belum pernah terpikirkan sama sekali olehku. Kemudian, lagi-lagi mencoba mengikuti trend yang ada ^_^ hadyuh...lama tidak menulis di blog membuat otakku kacau dan tidak tahu harus berbuat apa.
Yang pasti, kunjungi blog baru-ku juga ya...di http://yogiswaranugroho.multiply.com
Rabu, 07 Januari 2009
Awal dan Akhir (Alpha dan Omega)
Setelah di postingan sebelumnya muncul sekelumit kisah mellow-ku, sekarang giliran kisah di penghujung tahun 2008.
Tanggal 22 Desember 2008 kereta Sancaka menjadi transportasi yang mengantarkan kami sampai ke Yogya. Tadinya mau pilih Argo Willis, tapi ternyata harga tiket per 20 Desember s.d 6 Januari 2009 dihitung dari stasiun awal-akhir, jadi walaupun berhenti di Yogya, tapi harga tiketnya sama dengan yang ke Bandung. Sebenarnya enak kali ya kalo kita daripada nanggung gitu, sekalian ke Bandung, trus naik kereta lagi yang tujuan Yogya (alias muter-muter *_*)
Oya, di penghujung tahun itu gigi Molar 1 si jagoan Yogis mulai menunjukkan penampakannya.
Sampai di Yogya, di jemput Auntie Eni dan Uncle Gun. Bersama-sama kami naik taxi menuju rumah tercinta. Sesampai di sana Auntie Ose, Uncle Cahyo dan Mas Bagus dari Batam baru saja datang. Maka hebohlah rumah dengan datangnya pasukan keramaian ^_^
Kemudian kesibukan kembali terjadi sehubungan dengan rangkaian pernikahan Auntie Eni dan Uncle Gun yang tinggal hitungan jam, atau lebih tepatnya 100 jam lagi. Semua sudah dipersiapkan sebaik mungkin.
Tanggal 24 Desember 2008, persiapan misa malam Natal. Christmas Eve..... Mas Bagus dan Mas Yogis pun sudah siap menyambut datangnya sang Juru Selamat. Mereka berlari-lari...mengitari pohon Natal di rumah (jadi teringat tahun 2006 lalu saat Picin dan SGJ ikut meramaikan pemasangan pohon Natal), mereka mengambili hiasan di pohon Natal, mencoba menata ulang semua hiasan di pohon itu, sehingga berakhir dengan kisah hiasan yang tergeletak tak tentu nasibnya. Maka beramai-ramai kami ke Gereja Keluarga Kudus. Sampai di sana si kecil semuanya tertidur. Mungkin mereka sudah capai dengan permainan mereka seharian tadi, atau karena mereka merasakan damai Natal dan segala ketenangannya. Merry Christmas, my son.
Tanggal 25 Desember 2008, hari Natal yang menyenangkan. Berkumpul bersama keluarga besar, kejadian yang jarang terjadi, mengingat Auntie Ose dan Uncle Cahyo serta Mas Bagus berdomisili di Batam. Mas Bagus sibuk bermain dengan mas Yogis, tapi terkadang keduanya main sendiri-sendiri ketika Mas Bagus sibuk bermain Edu-Games.
Keesokan harinya tepatnya tanggal 26 Desember 2008 pkl. 15.00 WIB acara siraman Auntie Eni dimulai. Suasana haru menyeruak saat acara sungkem dimulai. Betapa tidak, pernikahan ini adalah pernikahan yang dinanti2 oleh keluarga kami. Kemudian dilanjutkan acara midodareni. Auntie terlihat sangat cantik. Aku menemaninya di dalam kamar, katanya sang calon pengantin harus di dalam kamar saat misa midodareni dimulai. Hmm..kalau harus di kamar, kenapa kudu didandani yo? Heran dieh. Tapi beneran dech, kakakku terlihat sangat cantik ^_^
Tanggal 27 Desember 2008 Misa penerimaan Sakramen pernikahan-pun dilaksanakan, kemudian bersama rombongan ke Gedung pernikahan di Auditorium RRI. Dimulai dengan acara panggih, dilanjutkan acara menerima tamu. Puji Tuhan semua berjalan lancar. Acara penikahan Auntie Eni pun telah terlaksana dengan berkat dari-Nya. Betapa semua ini karena anugerahNya, mengingat dari acara siraman sampai dengan resepsi berakhir, hujan tidak mengguyur daerah sekitar rumah, tapi setelah resepsi selesai, malam harinya turun hujan deras.
2 hari kemudian kami ke Ambarawa, lebih tepatnya ke daerah Bedono di Coffe Eva tempat Uncle Cahyo. Di sana ketemu saudara-saudara, walaupun hanya sebentar ’coz Tante Yayak and Om Frans kudu balek ke Batam jam 15.00 WIB. Di sana Mas Bagus dan Mas Yogis berlarian kesana dan kemari. Makan berbagai masakan (syukurlah mas Yogis mau makan banyak). Lalu kamipun pulang ke Yogya dalam keletihan. Sayangnya foto-foto belum bisa dimasukkan ke blog ini sekarang, jadinya ntar foto-foto selama liburan akan menyusul ^_^
Dalam perjalanan pulang, sebuah SMS dari seorang teman masuk ke Hpku. Sebuah doa terselip ketika membaca SMS-nya. Semoga ia akan mendapat pencerahan untuk tidak menjadi seperti apa yang tidak disukainya sebelum ia ’berubah’. Selamat Natal juga untukmu,sahabat. Sekalipun kau tidak mengucapkannya untukku, namun aku ucapkan itu untukmu.
31 Desember 2008, berbagai rancangan acara telah kami susun untuk menyambut pergantian tahun. Mba Vivin pun ijin ke Eyang untuk merayakan tahun baru bersama kami. Berbagai kembang api telah kami persiapkan. Mulai jam 19.00 WIB kami sudah menyalakan kembang api mengingat para kurcaci (sebutan untuk Mas Bagus dan Mas Yogis) tidak mungkin terbangun sampai tengah malam. Setelah mereka puas, mereka pun tertidur pulas. Namun ternyata setelah mereka tertidur, Uncle Yudi muntah. Sepertinya dia kecapean mengurus pernikahan...yahh,karena emang dia yang seksi sibuk, bisa dibilang juga bahwa dialah EventOrganizer dari acara penikahan Auntie Eni-Uncle Gun. Setelah Uncle Yudi bisa tidur, maka pergantian tahun pun hanya dilalui dengan beberapa botol Carlsberg, Mixmax dan GreenSand. Selamat Tahun Baru 2009. Semoga di Tahun 2009 ini Semangat baru kita untuk maju senantiasa ada dan semakin sering bersyukur atas apa yang kita punyai (atas pekerjaan kita, kehidupan kita, keluarga kita, kesehatan,dsb), dan yang paling penting adalah menyerahkan hidup kita untukNya. Merry Christmas and Happy New Year ^_^
Minggu, 04 Januari 2009
Kegembiraan dan kehampaan
Secwara aku sadari bahwa aku termasuk dalam golongan introvert, aku lebih senang menyendiri ketimbang berbasa basi dan ber-haha hihi gak jelas dengan orang yang gak jelas (walaupun teman-temanku juga gak jelas). Kusadari saat ini aku semakin tenggelam dalam kesibukan diriku sendiri, aku menghindari berinteraksi dengan orang baru. Semua itu baru kusadari ketika Natal dan Tahun Baru, hanya ada 2 nama baru di phonebook HP-ku.
Di Yogya aku berencana menemui si SGJ, tapi kesibukan pernikahan kakakku menghanyutkanku, belum lagi mbak-nya anakku kuliburkan sementara sehingga aku-pun sibuk mengurus anakku. Si Waria tidak ke Yogya. Waktu berlalu, hingga waktu pertemuan dengannya terlewatkan begitu saja ketika aku harus kembali ke kota sibukku.
Sebuah SMS masuk ke HP-ku mengajakku untuk reuni SMA. Tidak kuindahkan karena aku memang sedang tidak berniat menghadirinya.
Tidak terasa sudah 2 minggu aku di Yogyakarta, sudah waktunya untuk kembali ke Surabaya. Mendadak aku merasakan kosong. Aneh
Kamis, 04 Desember 2008
TBC pada anak
Indonesia merupakan negara dengan penderita TBC tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan Cina. "Setiap tahun ada sekitar 500.000 penderita TBC baru di Indonesia. Dari jumlah itu, 425 penderita meninggal setiap harinya," demikian diungkapkan Fajar Arif Budimandari Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS). Tingginya populasi penderita penyakit ini selain karena faktor gizi yang buruk, juga rendahnya kesadaran masyarakat untuk berobat. Padahal, pemerintah sudah menyediakan pengobatan gratis bagi para pnderita. Mungkin juga ada faktor malu dan minder ketika ia mengetahui bahwa terkena penyakit TBC sehingga ia memilih untuk tidak berobat karena takut merasa terasing.
Fajar menyangkal bila penyakit yang awalnya menyerang paru-paru ini dikatakan hanya dialami kalangan miskin. Pendapat tersebut diiyakan oleh dr. H.M. Vinci Gazali, Sp.A. Menurutnya, angka penderita TBC akan meningkat seiring dengan melemahnya kondisi ekonomi negara. Di Indonesia, contohnya, jumlah penderita meningkat ketika negara dihantam krisis moneter.
Jumlah penderita TBC juga cenderung meningkat seiring makin banyaknya pengidap HIV/AIDS. Lo, kenapa begitu? Dokter anak dari RS MMC, Kuningan, Jakarta ini menjelaskan, bakteri TBC hanya bisa ditangkal sel-sel darah putih. Karenanya, jika ada kerusakan sel darah putih atau jumlah sel darah putih dalam tubuh kurang, apa pun penyebabnya, maka yang bersangkutan berisiko tinggi terkena TBC. "Minimnya jumlah sel darah putih seperti pada penderita HIV/AIDS membuat sistem pertahanan tubuh tidak optimal hingga mudah diserang oleh bakteri TBC."
Gejala utama TBC pada anak umumnya hanya berupa demam ringan namun berlangsung lama. Sedikit kenaikan suhu tubuh yang tak kunjung reda dijelaskan oleh Vinci, "TBC merupakan infeksi kronis. Tubuh akan bereaksi terhadap bakteri-bakteri yang sudah masuk ke dalam tubuh dengan meningkatkan metabolisme. Nah, meningkatnya metabolisme inilah yang secara otimatis menaikkan suhu tubuh."
Ciri lain, berat badan anak biasanya tak bertambah. Ini karena kalori yang dipakai untuk menaikkan berat badan dipakai untuk melawan bakteri TBC. Disamping itu, penderita pun umumnya malas makan sehingga makin menghambat pertambahan berat badannya. Anak pun terlihat rewel, gelisah, lesu, dan mudah berkeringat. Berdasarkan gejala-gejala tersebut, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan apakah anak terkena TBC atau tidak.
MENULAR LEWAT UDARA
TBC sendiri merupakan penyakit yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis. Masa inkubasinya berbeda dari penyakit lain. Pada penyakit lain, inkubasi diartikan sebagai tenggang waktu antara mulai masuknya bibit penyakit sampai munculnya gejala seperti demam. Sedangkan pada TBC, masa inkubasi dihitung dari masuknya kuman hingga timbulnya pembesaran getah bening di dalam paru-paru yang kadang tidak memperlihatkan gejala. Masa inkubasi ini rata-rata berlangsung antara 8-12 minggu. Di saat itulah dokter sudah bisa mengatakan si kecil telah positif mengidap TBC. Setelah masa inkubasi barulah timbul gejala.
Menurut Vinci, anak umumnya mengidap TBC lantaran tertular orang dewasa. Pada orang dewasa, bakteri penyebab TBC masuk ke paru-paru kemudian menyerang dinding saluran napas dengan membentuk rongga yang berisi nanah dan bakteri TBC. Nah, setiap kali yang bersangkutan batuk, bakteri TBC yang berukuran kurang dari 10 mikron ikut terlontar keluar dan melayang-layang di udara. Kalau anak yang sehat menghirup udara yang kebetulan mengandung bakteri TBC, maka ia berkemungkinan terkena.
Namun pada anak-anak, bakteri yang ikut masuk tadi hanya menyerang jaringan paru-paru. Jadi, tidak sampai menyerang dinding saluran napas/bronchus. Itulah sebabnya, anak yang menderita TBC umumnya tidak memperlihatkan gejala batuk. Karena tidak pernah batuk, bakteri jadi tidak pernah keluar dan anak tidak akan pernah menularkan penyakitnya kepada orang lain. Fase ini dinamakan sebagai TBC tertutup.
Meski begitu, pada anak-anak dengan status gizi sangat buruk, bakteri TBC bisa saja menyerang saluran bronchusnya hingga menimbulkan rongga bernanah berisi bakteri TBC seperti layaknya TBC pada orang dewasa. Anak akan sering terbatuk dan ikut keluarlah nanah dan bakteri yang bercokol di tubuhnya. TBC anak yang seperti ini bersifat menular dan fasenya bukan tertutup lagi, melainkan sudah terbuka.
Hal yang perlu diwaspadai dari penyakit ini adalah terjadinya komplikasi. Komplikasi terjadi karena bakteri yang masuk ke paru-paru tidak bisa dilawan oleh sel darah putih. Akibatnya, bakteri tersebut masuk ke aliran darah dan menyerang organ-organ vital seperti tulang, sendi panggul, otak, dan lain-lain. Hal ini umumnya terjadi pada anak yang belum mendapat vaksinasi BCG atau bisa juga karena ibu menderita TBC di masa hamil dan kemudian menularkannya pada bayi melalui ASI. Risiko tertular makin besar bila si anak memiliki kondisi gizi buruk.
TES UNTUK MENDETEKSI
Vinci menjelaskan, tidak mudah untuk memvonis seorang anak mengidap TBC. Dibutuhkan serangkaian tes dan konsultasi langsung dengan keluarga untuk menemukan jawaban pastinya:
1. TES RONTGEN
Tes ini untuk mengetahui ada tidaknya flek paru pada anak. Sayangnya hasil foto rontgen tak bisa dijadikan patokan mutlak. Sebab, flek paru pada anak untuk menentukan sebuah penyakit tidaklah khas. Artinya, flek yang disebabkan oleh TBC dan asma, contohnya, relatif sama. Ini berbeda dengan orang dewasa, foto flek paru akibat TBC pada orang dewasa umumnya sedikit berawan pada bagian atas, sedangkan pada penderita asma berawan pada bagian bawah.
Selain itu, anak yang tidak ada flek parunya saat di-rontgen bukan berarti bebas dari TBC. Bisa saja dia tidak terkena TBC paru, tapi TBC tulang hingga hasilnya tidak tampak. Pemeriksaan rontgen ini tentu saja mesti diikuti tes lainnya.
2. TES MANTOUX
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kadar sel darah putih (leukosit) pada anak. Jika jumlah sel leukosit menunjukkan peningkatan tajam melebihi standar normal (>10 milimeter), ada kemungkinan yang bersangkutan menderita TBC. Meningkatnya sel darah putih ini berguna untuk melawan bakteri TBC. Pemeriksaan ini umumnya dilanjutkan dengan screening untuk menentukan apakah ia positif terkena TBC atau tidak. Pemeriksaan ini juga mesti dilakukan hati-hati, karena bukan berarti anak yang jumlah leukositnya rendah negatif pastilah TBC. Mungkin saja si anak berstatus gizi sangat buruk, hingga tubuhnya tidak bisa memproduksi sel darah putih, alias kekebalan tubuhnya terganggu.
3. TES DARAH
Ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana laju endap darahnya. Selain bisa juga ditemukan adanya antibodi TBC. Jika laju endap darahnya kurang baik dan ditemukan antibodi TBC, besar kemungkinan si kecil terkena TBC.
4. WAWANCARA
Untuk mengetahui riwayat perjalanan penyakit anak, wawancara mesti dilakukan secara detail. Beberapa yang hal yang biasanya ditanyakan antara lain lamanya demam, siapa saja anggota keluarga yang berpotensi kemungkinan menularkan penyakit, adakah keluarga yang mengidap TBC. Semua pertanyaan itu sangat penting untuk menegakkan diagnosa TBC pada anak.
OBATI DENGAN TUNTAS
Jika anak positif terkena TBC, dokter akan memberikan obat antibiotika khusus TBC yang harus diminum dalam jangka panjang yang berlangsung minimal 6 bulan. Lamanya pengobatan tidak bisa diperpendek karena bakteri TBC tergolong sulit mati dan sebagian ada yang "tidur". Dengan pengobatan jangka panjang, diharapkan bakteri yang "tidur" itu bisa dihabisi begitu terbangun. Sedangkan sisa bakteri akan hancur sendiri oleh adanya kekebalan tubuh. Lagi pula jika dosis obat untuk enam bulan lalu dipersingkat dan dipadatkan menjadi satu bulan, penderita bisa keracunan.
Jenis obat yang biasa diberikan di antaranya rifampisin atau pirazinamide. Jangka waktu pengobatan bisa bertambah jika penyakitnya cukup berat. Bahkan bukan tidak mungkin akan dilanjutkan dengan obat-obat suntikan untuk TBC yang mesti diberikan setiap hari dengan dosis tertentu. Untuk kasus TBC berat, penderita pun kadang harus menjalani rawat inap.
Setelah sembuh, penderita TBC biasanya diharuskan menjalani evaluasi guna melihat reaksi obat dan tingkat kesembuhan pasien. Caranya, mengamati pertambahan berat badan dan gejala-gejala lain yang menyertai TBC. Meski terlihat sembuh, si kecil tetap harus menghabiskan obat yang ada. Dengan cara itu, semua bakteri TBC bisa dihancurkan.
MACAM-MACAM TBC
Penyakit TBC bisa menimbulkan komplikasi, yaitu menyerang beberapa organ vital tubuh, di antaranya:
1. TULANG
TBC tulang ini bisa disebabkan oleh bakteri TBC yang mengendap di paru-paru, lalu terjadi komplikasi dan masuk ke tulang. Atau bisa juga bakteri TBC langsung masuk ke tulang lewat aliran darah dari paru-paru. Waktu yang dibutuhkan bakteri untuk masuk dan merusak tulang bervariasi. Ada yang singkat, tapi ada pula yang lama hingga bertahun-tahun. Bakteri TBC biasanya akan berkembang biak dengan pesat saat kondisi tubuh sedang lemah, misalnya selagi anak terkena penyakit berat. Saat itu kekebalan tubuhnya menurun, sehingga bakteri pun leluasa menjalankan aksinya.
Bagian tulang yang biasa diserang bakteri TBC adalah sendi panggul, panggul dan tulang belakang. Gangguan tulang belakang bisa terlihat dari bentuk tulang belakang penderita. Biasanya tidak bisa tegak, bisa miring ke kiri, ke kanan, atau ke depan. Sendi panggul yang rusak pun membuat penderita tidak bisa berjalan dengan normal. Sedangkan pada ibu hamil, kelainan panggul membuatnya tidak bisa melahirkan secara normal. Jika kelainannya masih ringan, upaya pemberian obat-obatan dan operasi bisa dilakukan. Lain halnya jika berat, tindakan operasi tidak bisa menolong karena sendi atau tulang sudah hancur. Penderita bisa cacat seumur hidup.
2. USUS
Selain karena komplikasi, TBC usus ini bisa timbul karena penderita mengonsumsi makanan/minuman yang tercemar bakteri TBC. Bakteri ini bisa menyebabkan gangguan seperti penyumbatan, penyempitan, bahkan membusuknya usus. Ciri penderita TBC usus antara lain anak sering muntah akibat penyempitan usus hingga menyumbat saluran cerna. Mendiagnosis TBC usus tidaklah mudah karena gejalanya hampir sama dengan penyakit lain. Ciri lainnya tergantung bagian mana dan seberapa luas bakteri itu merusak usus. Demikian juga dengan pengobatannya. Jika ada bagian usus yang membusuk, dokter akan membuang bagian usus itu lalu menyambungnya dengan bagian usus lain.
3. OTAK
Bakteri TBC juga bisa menyerang otak. Gejalanya hampir sama dengan orang yang terkena radang selaput otak, seperti panas tinggi, gangguan kesadaran, kejang-kejang, juga penyempitan sel-sel saraf di otak. Kalau sampai menyerang selaput otak, penderita harus menjalani perawatan yang lama. Sayangnya, gara-gara sel-sel sarafnya rusak, penderita tidak bisa kembali ke kondisi normal.
4. GINJAL
Bakteri TBC pun bisa merusak fungsi ginjal. Akibatnya, proses pembuangan racun tubuh akan terganggu. Selanjutnya bukan tidak mungkin bakal mengalami gagal ginjal. Gejala yang biasa terjadi antara lain mual-muntah, nafsu makan menurun, sakit kepala, lemah, dan sejenisnya. Gagal ginjal akut bisa sembuh sempurna dengan perawatan dan pengobatan yang tepat. Sedangkan gagal ginjal kronik sudah tidak dapat disembuhkan. Beberapa di antaranya harus menjalani cangkok ginjal.
CEGAH DENGAN PERTAHANAN TUBUH
Seperti disinggung di atas, siapa saja bisa terjangkit penyakit ini, apalagi Indonesia merupakan daerah endemik. Kita tidak bisa menghindar, yang bisa dilakukan adalah mencegah supaya tidak tertular. Karena penularan penyakit ini ada kaitannya dengan daya tahan tubuh, maka hal yang mesti dilakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan:
* Konsumsi makanan bergizi
Dengan asupan makanan bergizi, daya tahan tubuh akan meningkat. Produksi leukosit pun tidak akan mengalami gangguan, hingga siap melawan bakteri TBC yang kemungkinan terhirup. Selain itu, konsumsi makanan bergizi juga menghindarkan terjadinya komplikasi berat akibat TBC.
* Vaksinasi
Dengan vaksinasi BCG yang benar dan di usia yang tepat, sel-sel darah putih menjadi cukup matang dan memiliki kemampuan melawan bakteri TBC. Meski begitu, vaksinasi ini tidak menjamin penderita bebas sama sekali dari penyakit TBC, khususnya TBC paru. Hanya saja kuman TBC yang masuk ke paru-paru tidak akan berkembang dan menimbulkan komplikasi. Bakteri juga tidak bisa menembus aliran darah dan komplikasi pun bisa dihindarkan. Dengan kata lain, karena sudah divaksin BCG, anak hanya menderita TBC ringan.
* Lingkungan
Lingkungan yang kumuh dan padat akan membuat penularan TBC berlangsung cepat. Itulah mengapa upayakan lingkungan yang sehat dan jaga kebersihan makanan dan minuman. Istirahat dan berolahragalah yang cukup agar daya tahan tubuh meningkat.
Sumber : http://www.tabloid-nakita.com
Minggu, 30 November 2008
Belanja = Perjalanan Panjang
Setelah dibuat daftar belanja yang panjang, maka pertama-tama kami meluncur ke Pasar Atum, salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal murah di Surabaya untuk membeli susu buat si kecil Yogis. Lumayan, selisih harga susu per kalengnya Rp 7000. Bersyukur karena kami mendapatkan tempat yang murah di Surabaya. Berbicara susu, jadi teringat teman kami Sg yang sempat 'menyesatkan' kami dengan mengenalkan susu yang mahal kepada si kecil Yogis hanya karena dia tersinggung akan kata-kata si bidan yang dianggap cukup menohok^_^ Memang sech harga 1 kalengnya cuma Rp 150.000. Tapi balita tidak cukup hanya 1 kaleng dalam 1 bulan. Minimal 6 kaleng. Beruntung si kecil Yogis mau susunya diganti. Dengan produsen yang sama dan merk susu yang berbeda (kata marketingnya sech, itu adiknya susu yang dulu dikonsumsi Yogis -ternyata susu juga punya adik dan kakak lho-). Komposisi gizinya pun tidak kalah bagus. Ada pesan moral dari kejadian ini, jangan pernah berpikir bahwa sang anak hanya membutuhkan 1 kaleng susu per bulan ^_^ Setelah membeli susu, maka kamipun meluncur ke Mart Berlebihan.
Sesampai di Mart Berlebihan, langkah pertama kami adalah ke bagian bayi. Ternyata pampers-nya habis. Lalu kami ke produk kecantikan, ternyata bonusnya habis sehingga tidak akan ada bonus untuk pembelian pelembab wajah. Lalu kami berlalu ke bagian rumah tangga, jawaban klasik yang sama kami dapatkan: "Iya mbak, karena itu produknya lagi promosi jadinya banyak dicari orang, jadinya cepet habis." Alasan yang sama kudapatkan saat hari pertama promosi. Masa di hari pertama promosi sudah kehabisan barang? Padahal saya mengadakan kunjungan untuk mensurvey keadaan pada pukul 11.00 WIB alias 1 jam setelah toko buka. Mungkinkah promosi katalog hanya sekedar daya pikat toko terhadap konsumennya. Bukankah itu berarti kebohongan publik?
Dengan langkah gontai kami berjalan keluar. Perburuan untuk mendapatkan pampers akan dilanjutkan keesokan harinya
Di hari kedua, kami memutuskan untuk berburu pampers di Mart Berlebihan tapi di mall yang berbeda. Setelah menyiapkan segala hal untuk Yogis, maka kamipun meluncur. Di tengah jalan, kami ditelepon seorang teman yang memesan klorofil. Maka kamipun mampir di stockis K-Link untuk membeli klorofil. Setelah itu kami janjian untuk bertemu di Mall yang sama. Setelah sampai di Mall tersebut, kami bertemu dengannya. Bak transaksi ilegal, si Lelaki ganteng -Mas Wisnu- menyerahkan barang kepada temannya. Si Teman mengutarakan masalahnya bahwa ia merasa sering letih dan susah untuk gemuk, sedangkan temannya susah kurus. Maka kamipun menerangkan bahwa yang ingin kurus untuk mengkonsumsinya sebelum makan, sedangkan yang ingin gemuk/menambah BB untuk mengkonsumsinya setelah makan. Seiring itu, klorofil memperbaiki sirkulasi darah sehingga tubuh tidak gampang letih. Uangpun dibayarkan dan kamipun berlalu.
Lalu kami menuju Mart Berlebihan. Dengan rute yang sama dengan hari pertama, jawaban yang sama pun kami dapatkan. Sempat saya mengomel kepada SPG-nya tentang kebohongan publik yang dilakukan oleh produk mereka. Dan merekapun hanya diam tanpa menjelaskan apa-apa. Oh...sungguh menyebalkan. Setelah hasil yang nol, kamipun memutuskan untuk ke Empat peduli. Sesampai di sana kami mendapati pampers bayi kering dengan harga per bijinya Rp 1600. Maka segera kami mengambil pampers itu. Perburuan kami lanjutkan ke bagian detergen, ternyata barangnya ada dengan harga yang sama dengan yang ada di Mart Berlebihan. Hanya pelembab yang tidak kami dapatkan. Tapi belanja di Empat Peduli sudah membuat kami puas. Banyak barang yang kami dapatkan dengan harga promosi. Selain itu kami mendapatkan icip-icip makanan dan minuman gratis ^_^ Semua ilmu bak ahli keuangan ini kudapatkan semasa praktek di ruangan Hemodialisa. Ilmu ini diturunkan oleh seorang teman-Bundanya Azis-
Matahari tidak lagi menunjukkan sinarnya. Bintang dan bulan menghiasi langit. Kamipun pulang dengan senyum kemenangan walaupun badan terasa lelah. Dalam perjalanan pulang kucium pipi si kecil Yogis yang tertidur pulas di pangkuanku.[Nav]
Selasa, 25 November 2008
Film Aneh Semalam
Pertama kali menonton saya langsung memeluk sang suami tercinta. Hiyyy.........syeramm. Bukan karena syeram film-nya, tapi karena seram pakaiannya Dewi Persik. Oh..film yang aneh. Benar-benar aneh..isinya kebanyakan payudara dan paha. Sampai dengan menit ke 50, baru dech pocongnya mulai muncul. Nah, selama 50 menit itu kita disuguhi payudara dan paha. Sempat terceletuk kalimat,"Filmnya kayak semi bokep".
Mari kucoba untuk berkomentar tentang pilem "Tali Pocong Perawan", hanya komentar, tidak kuceritakan isi pilem itu karena kemungkinan pilem itu sudah ditonton oleh banyak orang. Oh,alurnya sungguh aneh. Dengan percakapan yang aneh dan akting yang tidak wajar. Keganjalan terjadi saat Dewi Persik/DePe (lupa di pilem itu dia berperan sebagai siapa) mengantarkan Nino (Entah siapa yang memainkan peran ini). Saat itu rambutnya diblow keriting, lalu Nino lari keluar dan dikejar oleh DePe. Lalu diantarkan ke UGD. Mendadak rambut DePe menjadi lurus dan bajunya pun sudah berganti.
Keanehan yang lain juga ketika si pocong mengejar Nino. Baru kali ini ada pilem yang pocongnya gak melompat-lompat ataupun mengejar dengan tiba-tiba muncul makin mendekat. Di pilem ini ada adegan dimana si pocong mengejar Nino dengan ala Superman. Sebenarnya bagus juga sey, gaya baru pocong dalam mengejar manusia. Mungkin si pocong terobsesi menjadi superman sehingga saat meninggal dan ia bisa terbang2, iapun memanfaatkannya untuk terbang ala superman. Masih banyak lagi keanehan dan keganjilan yang lain. Tapi lumayan bagi yang mau nonton "semi bokep" kusarankan menonton sampai dengan menit ke 50 ^_^
Senin, 24 November 2008
Raib tak berbekas
Rabu, 12 November 2008
Perpisahan dengan si Molar
Namun Molar 2 sepertinya tidak rela meninggalkanku. Baru separuh ia meninggalkanku, aku sudah menyerah. Aku sudah tidak tahan lagi harus mengeluarkan air mata. Hingga akhirnya kuputuskan untuk membiarkannya bersamaku (walaupun hanya separuh). Tapi aku bertekad bahwa 2 minggu lagi aku HARUS berpisah dengannya.
Perpisahan dengan si Molar 1 dan (separuh) Molar 2 membuatku terpaksa meminta ijin untuk tidak masuk kerja. Perpisahan itu sungguh menghabiskan energiku. Rasa sakit menjalar, menjauhkanku dari perasaan lapar. Seharian aku tidak ingin satu makananpun masuk ke dalam cavity-ku (semoga aku bisa mendadak kurus. Doakan aku ya teman).
Semoga perpisahanku dengan (separuh) Molar 2 bisa berjalan lancar sehingga kami benar-benar berpisah dengan waktu yang sangat cepat dan tidak ada lagi isak tangis yang mewarnai perpisahan kami. Semoga uang yang harus dikeluarkan untuk perpisahan itu tidak sebanyak perpisahan dengan Molar 1 dan (separuh) Molar 2. Semoga.........[Nav]
Selasa, 11 November 2008
Jalanku masih panjang
Akhirnya aku pun mencoba-coba jalan baru, berharap bahwa itu adalah jalan potong (kenapa bukan jalan gunting?) ataupun jalan tikus (kenapa bukan jalan hamster?) ataupun jalan alternatif(kasihan sekali, jalan itu dipilih setelah jalan utama tidak digunakan). Kepalaku pening karena kemacetan yang terjadi. Semua orang mencari jalan alternatif. Akhirnya aku mengikuti seorang laki-laki yang mengendarai motor di depanku, berharap dia bisa menemukan jalan keluar untuk kami.
Tegang kurasakan saat di sepanjang jalan aku melihat polisi yang bertebaran dengan senapan di tangannya (ya iyalah di tangan, masa di kaki?), dan juga berkarung-karung pasir yang dipasang di jalan-jalan. Oh, aku jadi teringat masa-masa reformasi dulu di daerah UNY Yogya, unforgetable memory. Untunglah laki-laki itu menuntunku ke jalan yang benar. Akhirnya aku menemukan jalan besar. Puji Tuhan..akhirnya aku menemukan titik terang. Dan akupun mengendarai motorku menuju big boy-ku..........[Nav]
Senin, 27 Oktober 2008
Teror Semalam
Entah kenapa aku merasa takut akan hujan tadi malam. padahal bagi sebagian orang, hujan akan memunculkan suatu kenangan (baca blog-nya sg dengan topik 'hujan sore hari'). Tapi semalam...hujan menjadi teror yang membuat kepalaku pening sehingga harus menegak obat sakit kepala dan mendapatkan pijitan untuk meringankan sakit kepalaku. [Nav]
Minggu, 26 Oktober 2008
Cicak vs Duren
Kenapa musti cicak yang jadi pertanda buruk? kenapa bukan kecoak? bukankah kedua binatang itu sama-sama binatang yang jorok? Atau lalat, atau anjing or ayam...kenapa musti cicak? aku sempat menaruh belas kasihan pada nasib cicak. Di satu sisi, dia dipuji-puji. Dijadikan lagu anak-anak..cicak cicak di dinding, diam diam merayap. datang seekor nyamuk, hap.lalu ditangkap.... Kalau memang cicak sebagai ikon kesialan, seharusnya lagunya diganti liriknya...cicak cicak di dinding,diam-diam merayap. datang seorang anak, pluk. jatuh di kpala...
Cicak sama nasibnya dengan tangga. Memang jika kita kejatuhan tangga akan terasa sakit, makanya timbul pepatah...sudah jatuh tertimpa tangga. Tapi kan kita membutuhkan tangga untuk sampai ke atas. kasian oh sunggu kasihan.
Lebih beruntung duren alias durian. Walaupun durinya tajam dan besar-besar, tapi jika kita mendapat 'durian runtuh' maka kita akan beruntung. Bagaimana jika durian runtuh itu tepat di kepala kita? apakah dia akan mengalami pergeseran makna sehingga menjadi sama maknanya dengan kejatuhan cicak? Spertinya cicak adalah cicak yang merupakan ikon kesialan (sama seperti tangga), dan duren adalah duren yang merupakan ikon keberuntungan. Kenapa musti duren? kenapa bukan mangga....bukankah mangga lebih kecil, dan yang terpenting adalah tanpa duri. Duren oh duren....muncul sebagai ikon keberuntungan yang juga dikenal lewat lagu 'belah duren' dari Julia Perez...."...Pelan-pelan duren dibelah. Oh enaknya.." Nah lho, duren emang enak, tapi manggis, nenas, anggur juga gak kalah enaknya. Kenapa musti duren?
Berbicara tentang duren membuatku teringat sahabat2ku sg dan picin yang bersama-sama menikmati duren di samping TVRI yogyakarta. Kenapa musti duren,sg dan picin?
Oh,sungguh masyarakat kita penuh dengan istilah-istilah yang membuatku pening. Aku kejatuhan cicak, bukan duren, bukan pula tangga. Cicak, tangga, duren...... [Nav]
Selasa, 21 Oktober 2008
Mual
*kelip-kelip* Kayaknya asik juga baca novel. Tapi.... *clingak cliguk*...waksss,aku gak punya novel. Masa mo beli sekarang,kan udah malam. Besok aja dach...liat aggaran rumah tangga dulu akh. Hmm..*sambil garuk-garuk kepala*...ternyata gak ada anggaran buat beli novel. Batal dech beli novel. Pengen pinjem temen...temen-temen di sini gak ada yang suka novel. Pengen nyewa..bujubune,ampe sekarang gak nemu penyewaan buku ataupun perpustakaan (hikzz,jadi kangen perpusda DIY tempat meminjam bacaan dikala pengen refreshing dan ngeceng ~aku dunk kalo ngeceng di perpusda~)
Berbekal pengalaman pahit itu, maka di bulan selanjutnya disusunlah anggaran rumah tangga sedemikian hingga sehingga muncul pos untuk membeli novel. Tapi ternyata..arrrgghh,lagi2 batal. Dikasih tugas ama bos suruh bikin ini bikin itu, baca buku yang ini,baca buku yang itu..Occhhhh,kejam. Sungguh terlalu. Kenapa buku ini kenapa buku itu? Tidak ada variasi, sepanjang semester buku itu yang kubaca...mual,muak, pengen muntah. Kalo aku muntah, enaknya kubungkus aja dan kukasi ke Mr.Bean (ingat gak episode Mr.Bean di pesawat dengan seorang anak kecil di sampingnya?)
1 bulan berlalu. Kulalui lagi dengan seperti itu. Kali ini aku berencana untuk mengambil kursus bahasa Jepang. Mengingat pengalaman pahit bulan-bulan yang telah kulewati dengan afek datar, terbersit rasa pesimis bahwa rencanaku bisa terwujud. Ohh...rutinitas pekerjaan. Terbersit melakukan suatu aktivitas yang merupakan spontanitas (kalo dah direncanain berarti bukan spontan lagi ya?) Yah begitulah...Ohh,sungguh terlalu [Nav]
Rabu, 24 September 2008
Ketika Tuhan dipertanyakan
Dekap aku dalam hangat naunganMu
Bawa hidupku padaMu masuk dalam altarMu yang kudus
Bapa, pegang tanganku. Aku rindu tinggal di dalam hatiMu
Engkau terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam kebenaranMu Bapa
Lebih dari nafasku, Bapa. Kuperlukan kasihMu Bapa
Berjalan di sampingMu Bapa seumur hidupku
Lebih dari nafasku Bapa. Kuperlukan kasihMu Bapa
Peganglah tanganku ya Bapa, untuk selamanya
Akhir-akhir ini aku mendadak insyaf. Menjadi suka mendengarkan lagu rohani yang berjudul LEBIH DARI NAFASKU. Lagu rohani yang teduh, menjadi kesukaanku. Membuatku sadar bahwa Dia selalu bersama kita, tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun.
Jadi teringat sepenggal masa yang telah kulewati. Ketika aku mulai memberontak kepada Tuhan pada awal aku masuk kuliah. Ketika 1 peristiwa membuatku mempertanyakan keberadaanNya. Susah dipercaya memang, aku yang awalnya menganut Karismatik, mendadak memberontak dan mempertanyakan keberadaanNya. Sebagai bentuk protesku, selama 1 bulan aku tidak mau membuat tanda salib. Sekedar informasi, tanda salib adalah tanda yang biasa dibuat oleh orang Katolik sebelum dan sesudah berdoa (tuh di telenovela paling banyak dilakukan. Apalagi di telenovela Maria Mercedes). Aku memutuskan untuk tidak membuat tanda salib sebelum aku menemukan jawaban dari pertanyaanku. 1 bulan berlalu, akhirnya aku lelah mencari jawaban. Maka akupun kembali mau melakukan tanda salib walaupun pertanyaanku belum terjawab. Maka kehidupan kujalani dengan datar-datar. Bahkan bisa dibilang aku termasuk orang yang anti kalau ada pendalaman kitab suci ataupun ada KKR (Kebaktian Kebangkitan Rohani), tidak seperti teman-temanku dulu yang dengan getolnya melakukan pendalaman Alkitab. Bisa dibilang aku hanya meramaikan suasana.
Aku lupa sudah berapa tahun aku menjalani hidup tanpa benar-benar menyayangiNya akibat pertanyaanku yang belum terjawab. Perjalanan demi perjalanan telah kulakukan untuk mencari jawaban, tapi hingga lebih 6 tahun aku masih belum menemukan jawaban. Segala macam perjalanan, menempuh kegelapan tanpa ada setitik terang. Hingga pada akhirnya jawaban itu kutemukan di Surabaya dengan seorang Romo yang memberiku pencerahan dan menghentikan perjalananku. Pertanyaanku simple, tapi kenapa selama 6 tahun aku tidak menemukan jawabannya? Aku hanya bertanya : dimana Dia saat aku mencariNya? Ketika aku memanggilNya dalam segala namaNya, aku memanggil Yesus, memanggil Tuhan, memanggil Allah Bapa, memanggil Roh Kudus, memanggil Putra Allah, tapi Dia tidak datang. Mungkinkah Dia hanya diam, melihat dari kejauhan? Dari tempatNya di atas sana. Dengan segala kemuliaanNya membuatNya tidak mengirim seseorang sehingga aku yakin bahwa Dia ada. Padahal ketika aku memanggilnya, aku rajin berdoa, aku rajin membaca Alkitab, aku selalu ingat Dia.
Saat itu Romo menanyakan apakah aku pernah dengar tentang footprint?aku jawab iya. Footprint adalah kisah ketika seorang berjalan di pantai bersama Yesus. Saat itu ada jejak 2 orang. Namun ketika orang tersebut melewati masa susah, dia hanya melihat jejak 1 orang. Maka bertanyalah ia kepada Tuhan.”Tuhan, dimana kamu saat aku mengalami kesusahan? Kenapa kamu meninggalkanku?”. Tapi Tuhan hanya tersenyum dan berkata ”Itu adalah jejak kakiKu. Ketika kamu menghadapi masa susah, Aku menggendongmu agar kau kuat menjalani persoalanmu itu.”
Lalu aku berkata kepada Romo, saat itu aku cuma butuh kehadiranNya. Aku tidak membutuhkanNya untuk menggendongku. Aku mencariNya, aku memanggilNya, kenapa Dia tidak muncul? Suaraku habis memanggil namaNya.
Kata Romo, ”Sepertinya kamu lupa bahwa Yesus pernah disalib. Kau hanya melihat Yesus dalam kemuliaanNya. Cobalah lihat ketika Dia sedang disalib. Apakah saat Ia disalib Ia turun dari salibNya untuk memenuhi permintaan orang-orang yang ingin melihatNya turun dari salib untuk menyelamatkan diriNya, ataukah Dia hanya terdiam dan menyelesaikan tugasNya? Mungkin saat itu Tuhan tahu bahwa salib yang harus kau alami terlalu berat untuk kau pikul sendiri, sehingga Ia rela ’kembali disalib’ untuk meringankan beban salibmu.”
Iya, aku lupa bahwa itulah salibku. Aku lupa bahwa cara Tuhan tidaklah sama dengan cara kita manusia. Tidak semua yang kita doakan akan dikabulkan karena Tuhan tidak memberikan apa yang kita minta, tapi Ia memberikan apa yang kita butuhkan. Saat itu Tuhan tidak meninggalkanku, Ia tahu bahwa aku tidak kuat menanggungnya sendirian sehingga Ia rela untuk ’kembali disalib’.
Aku percaya dengan rancanganNya yang indah, bahwa Ia telah mengatur hidupKu sedemikian indah. Saat ini aku bersyukur karena saat ini imanku kembali dikuatkan dengan lingkungan sekitarku. Tuhan kasih aku pekerjaan di lingkungan universitas yang bisa menumbuhkan imanku dengan adanya doa bersama tiap hari Jumat, dan Ia menempatkanku pula di Rumah sakit untuk magang dimana tiap pagi kami mengadakan biston. Segala rahmat dan berkatNya tidak pernah meninggalkan kita manusia, kitalah yang meninggalkanNya. [Nav]
Minggu, 14 September 2008
Infeksi Nosokomial
Kebijakan di rumah sakit dibuat bukan tanpa alasan. Anak di bawah 10 tahun masih rentan, daya tahan tubuhnya masih rendah sehingga mudah terkena penyakit. Kita tidak bisa melihat kuman yang ada di rumah sakit secara kasat mata. salah satu vektor penyebaran kuman adalah melalui udara, itu sebabnya anak di bawah 10 tahun tidak diperkenankan masuk.
Itulah yang disebut dengan infeksi nosokomial. Apa itu infeksi nosokomial? infeksi nosokomial yaitu infeksi yang terdapat di sarana kesehatan. Infeksi nosokomial membentuk suatu rantai penularan.




Berikut ini adalah rantai penularan :

Lho, padahal kan pasiennya gak sakit yang menular??
Nah, bisa jadi memang si pasien tidak menular, tapi bagaimana dengan udara yang ada di rumah sakit. Seperti yang tadi dibahas bahwa vektor penyebaran kuman adalah melalui udara. Kita tidak tahu apakah di kamar sebelah adalah ruang isolasi untuk pasien TB, atau ada keluarga pasien yang influenza ataupun batuk, dll.
Sedangkan untuk tenaga kesehatan, mereka mencegah terjadinya infeksi nosokomial dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, dan juga menggunakan sarung tangan jika melakukan tindakan yang bersentuhan dengan cairan ataupun luka pasien.
Jadi, apakah kita akan menaati peraturan "anak dibawah 10 tahun dilarang masuk" tersebut untuk kebaikan kita, ataukah kita hanya akan menganggap itu sekedar ' hiasan' sehubungan dengan banyak orang yang membawa masuk anak kecil mereka?
Kamis, 11 September 2008
Doa yang Indah
DOA YANG INDAH
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyempurnakan kecacatanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Penderitaan mejauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan rohku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.
Tuhan menjawab.. Ahhh, akhirnya kau mengerti.
HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN
Tuhan Memberkatimu.
Bagi dunia kau mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kau mungkin dunianya.
God Bless You All
An answered prayer
An Answered Prayer
I asked for strength and God gave me difficulties to make me strong.......I asked for wisdom and God gave me problems to learn to solve...........
I asked for prosperity and God gave me brain and brawn to work.........
I asked for courage and God gave me dangers to overcome.......
I asked for love and God gave me troubled people to help........
I asked for favors and God gave me opportunities.......
I received nothing I wanted........
I received everything I needed........
My Prayer has been answered.
Selasa, 02 September 2008
Derita janin
Share dari temen saya .. Temen saya barusan selesai ikut SEMINAR MENGENAI ABORSI, dengan Pembicaranya : Dr. Kusuma. Katanya "Saudara-saudara dan teman-teman bisa hadir sendiri di situ, bisa mendengarkan sendiri dan bias melihat video yg ditunjukkannya itu". Dalam seminar itu, dijelaskan secara detil, proses pertumbuhan dan perkembangan dari calon janin sampai janin itu dilahirkan...Selain itu, juga ditampilkan secara detil proses ABORSI... Janin yg awalnya hidupnya damai, tenteram, dan kadang-kadang bergeliat manja didalam perut ibunya, sekejap mata terusik oleh peralatan-peralatan ABORTUS.
Di jaman sekarang, dunia telah banyak mengalami kemajuan, teknologi yg canggih, yg memungkinkan proses ABORTUS itu berjalan singkat dan 'aman'. TAPI BENARKAH PROSES ABORTUS ITU BERJALAN DENGAN 'AMAN' DAN BIASA-BIASA SAJA??? Ukh... seandainya saja kalau Anda bisa melihat sendiri jalannya proses abortus itu... Weukhjhh... mungkin Anda akan terkejut sekali, muntah-muntah atau mungkin langsung pingsan.Bukannya saya ingin melebih-lebihkan, tetapi itulah kenyataan yg ada, tangan-tangan yg melakukan ABORTUS itu seakan-akan hanya mengeluarkan segumpal 'sampah' dari perut seorang wanita. DIOBOK-OBOK, DIHISAP, DIREMUK DAN DITARIK PAKSA KELUAR DAN DIBUANG !
Saya bisa mengatakan seperti ini, karena dalam seminar itu, ditayangkan video mengenai proses abortus secara detil... Diawali dengan pelebaran lubang keluar janin sampai sekitar 1 cm lebih, dengan alat obeng busi. Setelah itu dimasukkan alat pengukur untuk mengukur kedalaman rahim. Kemudian alat penyedot abortus dimasukkan ke dalam rahim. Setelah masuk, alat penyedot dihidupkan, segala cairan dihisap ke dalam selang, daging-daging yg masih lembek tubuh bayi yang prematur dan tulang-tulang kecil pun tidak ketinggalan dihisap oleh alat tersebut. Lewat layar monitor, walaupun gambarnya agak kabur, namun kita bisa melihat dengan jelas, terjadi pemberontakan di dalam sana. Janin itu terus saja bergerak ke sana kemari, berusaha membebaskan diri, berusaha melarikan diri. (Tetapi ke mana lagi ia musti lari ???) Walaupun sudah berusaha keras, tetap saja tidak mampu melawan kuatnya hisapan alat penyedot tersebut. Dan akhirnya yg tertinggal hanyalah bagian kepalanya saja (tengkorak). Tahap terakhir dari proses ABORTUS adalah dimasukkannya TANG ABORTUS ke dalam rahim. Tanpa kesulitan, kepala janin yg tersisa itu langsung tertangkap oleh tang abortus itu, dan ...krek... kepala tsb langsung diremukkan, trus ditarik keluar dari rahim ibunya. Dan ini ada beberapa pesan yg disampaikan oleh Dr. Kusuma: (sejauh saya bisa mengutipnya..) Saudara-saudara sekalian, kita mungkin sering melihat penganiayaan-penganiayaan di jalan-jalan, korban senjata tajam, korban pemerkosaan, dll.... Pelakunya kita kecam dan kita cap tidak peri kemanusiaan sama sekali. Pihak berwajib menangkap mereka dan menghukumnya...TAPI BAGAIMANA TINDAKAN ABORTUS ???BUKANKAH HAL INI JUGA SAMA SAJA????Bahkan lebih parah lagi, yg merupakan korban di sini adalah yg tidak berdaya, yg sangat lemah sekali, yg sangat membutuhkan bantuan orang lain agar ia bisa hidup... Tapi nyatanya dia diserang, diobok-obok, dan diremukkan. Apakah janin itu menerima begitu saja ketika proses abortus itu berlangsung? TIDAK. Janin itu bergerak memberontaki, bahkan lewat monitor, kita bisa melihatnya mulutnya yg selalu ternganga lebar-lebar, BERTERIAK, JANIN ITU BERTERIAK MINTA TOLONG, TETAPI SIAPAKAH YG BISA MENDENGARNYA, SIAPAKAH YG MENOLONGNYA..... YANG ADA HANYA SEBUAH "SILENT SCREAMING"...
Kalau Anda sendiri yg menjadi janin itu, apakah yg akan/bisa Anda lakukan?Sungguh kasihan sekali janin itu, dia yg lemah, dia yg tidak tahu apa-apa,dia yg tidak melakukan kesalahan apa-apa, musti dilenyapkan kehidupannya... karena apa???
Janin, sebuah jiwa, suatu kehidupan, sebuah karunia TUHAN Yang Maha Besar, dihancurkan dengan begitu mudahnya oleh manusia. Beginikah cara manusia mensyukuri apa yg telah Tuhan berikan???
Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita semua mencegah dan menghindari terjadinya aborsi. Apapun alasannya, aborsi tetap saja sebuah pembunuhan, suatu usaha yg melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menciptakan makhluk kesayangan-Nya.
Mungkin hanya inilah yg bisa saya sharing-kan kepada saudara sekalian. Mohon maaf atas kata-kataku ini yg amburadul, kata-kata yg tidak sempurna, kata-kata yg belum mampu menjelaskan betapa besar penderitaan yg dialami oleh janin tsb. Tapi kalau saja saudara bisa melihat sendiri, korban-korban aborsi itu, 'bangkai' janin-janin yg masih kecil, badannya yg masih tidak karuan, yg membengkak biru kehitam-hitaman, jari-jari tangan dan kakinya terputus dan terpencar-pencar itu. Dan kalau saja bisa melihat langsung mata janin tsb: mata yg sedih dan penuh penderitaan itu seakan-akan mengatakan: "MAMA, MENGAPA ENGKAU MELAKUKAN HAL INI? APAKAH SALAHKU PADA MAMA?"
Semoga cerita diatas tidak terjadi pada kita semua karena apapun alasannya aborsi, baik karena demi nama baik, keluarga ataupun ekonomi. Tetap itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyimpang dari kehendak Tuhan.Dan kalau karena alasan ekonomi, kita yakin bahwa setiap mahluk hidup akan diberikan rejekinya masing-masing sebagai perumpamaan "SEMUT PUN YANG HIDUP DIATAS BATU YANG TERLETAK DIPADANG PASIR YANG GERSANG MAMPU UNTUK BERTAHAN HIDUP KENAPA KITA SEBAGAI MANUSIA YANG MEMPUNYAI BANYAK KELEBIHAN DARI MAHLUK LAIN TIDAK BISA".
Makanan Bergizi Untuk si Jagoan
Makanan yang disuka oleh si kecil yaitu udang. Udang mengandung protein yang tinggi, bagus untuk membantu proses pertumbuhan atau regenerasi sel. Tapi sebaiknya udang ataupun putih telur diberikan setelah anak berumur 1 tahun. Karena kedua makanan tersebut merupakan makanan yang mudah memicu terjadinya alergi. Paparan yang berulang dalam jumlah yang banyak justru akan membuat anak menjadi alergi.
Waktu Yogiez susah makan sayur, aku memutar otak untuk menciptakan resep agar dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Akhirnya terciptalah resep nugget ala Mama Yogiez. Berikut ini resep nugget yang kucoba-coba:
- Kentang 1 buah
- Ayam fillet 1 potong
- Udang 5 buah
- Wortel 1 buah
- Telur ayam kampung 1 buah
- Bawang merah, bawang putih, gula, garam secukupnya
- Tepung Roti
Pertama-tama rebus kentang, udang, dan wortel selama beberapa saat. setelah agak empuk, tiriskan. Lalu haluskan kentang, udang, ayam fillet, wortel, bawang merah dan bawang putih. Berikan sedikit garam dan gula. setelah itu campurkan dengan telur ayam kampung. Kukus selama kurang lebih 15 menit. setelah itu potong-potong, gulingkan di atas tepung roti, lalu gorang dengan mentega agar rasanya lebih renyah. Jadi deh nugget ala mama Yogiez yang disuka oleh jagoan kecilku. Bergizi dan jauh dari pengawet. Ayam bisa digantikan dengan ikan, hati sapi, otak sapi, ataupun daging sapi. Pasti si kecil menyukainya.
Bisa juga tambahkan sedikit mentega/minyak sayur di nasi hangatnya saat dia makan. Tujuannya untuk membantu penyerapan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu juga untuk memberikan rasa gurih, dan memberikan kalori yang dibutuhkan tubuh. Untuk anak yang sudah cukup berat badannya, sebaiknya jangan diberikan tambahan mentega ataupun minyak sayur.
Resep nugget ala mama Yogiez juga bisa untuk orang dewasa, karena tetangga rumah mencobanya untuk menjadi lauk mereka. Selamat mencoba ^_^